Kemenkeu upayakan optimalisasi aset negara setelah kepindahan IKN

Kemenkeu upayakan optimalisasi aset negara setelah kepindahan IKN
Terkait dengan kepindahan ibu kota negara, kita melihat apakah sebetulnya aset pemerintah pusat yang dimaksud yang disebut merupakan BUMN itu cukup signifikan untuk sanggup membantu mengonsolidasikan kepentingan yang yang tambahan besar,

Jakarta – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) kemudian Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) serta para ahli berdiskusi untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset negara di tempat area Jakarta setelah perpindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

"Terkait dengan kepindahan ibu kota negara, kita melihat apakah sebetulnya aset pemerintah pusat yang digunakan mana merupakan BUMN itu cukup signifikan untuk mampu membantu mengonsolidasikan kepentingan yang dimaksud mana lebih lanjut tinggi besar," kata Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Rionald Silaban dalam seminar yang tersebut mana dipantau virtual dalam dalam Jakarta, Senin.

Dalam seminar internasional Hari Kekayaan Negara tentang Reimagining Jakarta Future, Rionald menuturkan terdapat banyak aset badan usaha milik negara (BUMN) di tempat tempat Jakarta, lalu juga aset-aset yang mana disebut rawan pendudukan oleh pihak yang digunakan tiada bertanggung jawab, sehingga perlu strategi untuk sanggup mengatasi persoalan tersebut.

"Di Jakarta banyak aset BUMN. Unfortunately, terhadap aset-aset BUMN itu dapat dijalankan pendudukan juga kita sulit menertibkannya, lalu tentu menertibkannya tak belaka hanya DJKN tapi harus semua pihak," ujarnya.

Ia berharap diskusi hal hal itu dapat menghasilkan ide juga pemikiran terbaik untuk dapat lebih besar banyak mengoptimalkan nilai atau dampak pemanfaatan aset negara pada Jakarta sekaligus membantu Pemerintah DKI Jakarta melakukan rekonfigurasi ketika diperlukan setelah perpindahan ibu kota negara.

"Diskusi seperti ini tidaklah cuma sekali sekali, ini akan terus berulang-ulang lantaran kami terus mencoba mencari jawaban yang mana terbaik dari apa yang digunakan harus kita lakukan dalam rangka terjadinya pemindahan ibu kota," tuturnya.

Melalui seminar kemudian diskusi tersebut, juga diharapkan dapat diperoleh ide terkait cara membantu Jakarta serta masyarakatnya untuk sanggup mengatasi perubahan sosial, kegiatan perekonomian kemudian juga lingkungan yang digunakan yang disebut signifikan akibat perpindahan ibu kota negara.

"Dan pada saat yang bersamaan kita juga mencoba untuk melihat apakah perpindahan itu juga kapan serta berapa lama perpindahan itu akan menimbulkan dampak signifikan terhadap sosial serta ekonomi," ujarnya.

Seminar dan juga juga diskusi itu juga diharapkan dapat jadi memberikan ide serta juga pemikiran untuk menggalang Jakarta dapat terus memacu pertumbuhannya setelah pusat pemerintahan berpindah dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara.

"Yang kita inginkan dari para narasumber kemudian juga kawan-kawan yang mana dimaksud mengikuti diskusi adalah what are the best ideas yang dapat kita tuangkan dalam rangka membantu untuk melihat Jakarta setelah terjadinya kepindahan ibu kota negara," ujarnya.

Sementara itu Direktur Utama Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Basuki Purwadi berharap proses pemindahan Ibu Kota Nusantara dan juga juga Jakarta yang mana digunakan ditinggalkan akan berjalan dengan mulus

"Saya berharap kita semua dapat jadi sharing knoewledge bisa saja cuma membagi informasi dari para narasumber juga bisa jadi hanya saling berdiskusi saling belajar untuk bisa jadi cuma diterapkan ke depan," ujarnya.

By admin

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *